Pendahuluan
Diagram Gambar Interaksi (IODs) adalah jenis Bahasa Pemodelan Terpadu (UML) diagram yang menyediakan tampilan tingkat tinggi dari model interaksi. Mereka berfokus pada alur kontrol antara interaksi atau penggunaan interaksi, memberikan tampilan yang disederhanakan dari interaksi kompleks dalam suatu sistem. Panduan ini akan membahas tujuan, struktur, elemen, kasus penggunaan, tips, dan pedoman untuk membuat Diagram Gambar Interaksi yang efektif.
Tujuan Diagram Gambar Interaksi
Diagram Gambar Interaksi berfungsi untuk memberikan gambaran tingkat tinggi tentang interaksi dalam suatu sistem. Mereka memvisualisasikan alur kontrol dan menggambarkan interaksi antar objek, sehingga sangat berguna untuk:
- Menyederhanakan Interaksi yang Kompleks: Dengan menyediakan tampilan tingkat tinggi, IODs membantu memahami alur keseluruhan tanpa harus masuk ke rincian setiap interaksi.
- Navigasi Sistem: Mereka berfungsi seperti peta, memungkinkan navigasi yang mudah antara berbagai diagram interaksi.
- Komunikasi: IODs memfasilitasi komunikasi antar pemangku kepentingan dengan menyediakan gambaran yang jelas dan ringkas tentang interaksi sistem.
Struktur Diagram Gambar Interaksi
Diagram Gambar Interaksi disusun serupa dengan diagram aktivitas tetapi dengan simpul yang mewakili interaksi atau kejadian interaksi. Elemen struktural utama meliputi:
- Simpul: Mewakili diagram interaksi, termasuk diagram urutan, komunikasi, gambaran interaksi, dan diagram waktu.
- Alur Kontrol:Menunjukkan urutan terjadinya interaksi.
- Node Keputusan dan Penggabungan:Mewakili percabangan dan penggabungan aliran kontrol.
- Node Fork dan Join:Mewakili aliran kontrol secara paralel.
Elemen-elemen Diagram Gambaran Interaksi
Kejadian Interaksi
Kejadian interaksi adalah referensi terhadap diagram interaksi yang sudah ada. Mereka digambarkan sebagai bingkai dengan ‘ref’ di sudut kiri atas dan nama diagram yang direferensikan di tengah. Hal ini memungkinkan penggunaan kembali diagram interaksi dan menjaga diagram gambaran tetap ringkas.
Elemen Interaksi
Elemen interaksi menampilkan isi diagram interaksi yang direferensikan secara langsung dalam bingkai persegi panjang. Hal ini memberikan lebih banyak detail dalam diagram gambaran tetapi dapat membuatnya lebih kompleks.
Anotasi
IODs memungkinkan penggunaan sebagian besar anotasi dalam diagram aktivitas, beserta elemen tambahan untuk kejelasan tambahan. Anotasi dapat mencakup catatan, batasan, dan komentar untuk memberikan konteks lebih lanjut.
Kasus Penggunaan
1. Sistem E-commerce
Skenario:Seorang pengguna menelusuri produk, menambahkan item ke keranjang, dan melanjutkan ke proses checkout.
Diagram Gambaran Interaksi:
- Node:Telusuri Produk, Tambah ke Keranjang, Checkout
- Aliran Kontrol:Alur berurutan dari menjelajah ke checkout.
- Node Keputusan:Pemisahan berdasarkan tindakan pengguna (misalnya, lanjut belanja atau lanjut ke checkout).
2. Sistem Perbankan
Skenario: Seorang pelanggan masuk, memeriksa saldo akun, mentransfer dana, dan keluar.
Diagram Gambaran Interaksi:
- Node: Masuk, Periksa Saldo, Transfer Dana, Keluar
- Alur Kontrol:Alur berurutan dengan node keputusan untuk tindakan yang berbeda.
- Node Fork/Join:Proses paralel untuk memeriksa saldo dan mentransfer dana.
3. Sistem Kesehatan
Skenario: Seorang pasien menjadwalkan janji temu, berkonsultasi dengan dokter, dan menerima resep.
Diagram Gambaran Interaksi:
- Node: Jadwalkan Janji Temu, Berkonsultasi dengan Dokter, Terima Resep
- Alur Kontrol:Alur berurutan dengan node keputusan untuk hasil yang berbeda (misalnya, resep dibutuhkan atau tidak).
- Kejadian Interaksi:Penggunaan kembali interaksi umum seperti “Konsultasi Dokter.”
Kiat dan Trik
- Jaga pada Tingkat Tinggi:Fokus pada alur keseluruhan daripada interaksi yang rinci.
- Gunakan Penamaan yang Jelas:Pastikan nama interaksi bersifat deskriptif dan jelas.
- Gunakan Kembali Interaksi:Gunakan kejadian interaksi untuk mengulang interaksi umum dan menjaga diagram tetap ringkas.
- Anotasi Secara Bijak:Gunakan anotasi untuk memberikan konteks tetapi hindari membuat diagram menjadi berantakan.
Pedoman
- Identifikasi Skenario:Tentukan skenario yang ingin Anda model dan identifikasi interaksi utama.
- Tentukan Node:Buat node untuk setiap interaksi dan tentukan apakah akan menggunakan kejadian interaksi atau elemen.
- Tetapkan Alur Kontrol:Tentukan urutan interaksi dan gunakan node keputusan, penggabungan, pemisahan, dan penyatuan sesuai kebutuhan.
- Ulas dan Sempurnakan:Tinjau diagram untuk kejelasan dan perbaiki berdasarkan masukan dari pemangku kepentingan.
Contoh
Contoh 1: Sistem Pemesanan Online
Skenario:Seorang pengguna mencari penerbangan, memilih penerbangan, dan memesan tiket.
Diagram Gambaran Interaksi:
- Node: Cari Penerbangan, Pilih Penerbangan, Pesan Tiket
- Aliran Kontrol: Aliran berurutan dari pencarian hingga pemesanan.
- Node Keputusan: Pembagian berdasarkan ketersediaan penerbangan dan pilihan pengguna.
Contoh 2: Sistem Manajemen Perpustakaan
Skenario:Seorang pengguna mencari buku, memesan buku tersebut, dan mengambilnya.
Diagram Gambaran Interaksi:
- Node: Cari Buku, Pesan Buku, Ambil
- Aliran Kontrol: Aliran berurutan dengan node keputusan untuk ketersediaan buku.
- Kejadian Interaksi: Penggunaan kembali interaksi “Pinjam Buku”.
Membuat Diagram Gambaran Interaksi Menggunakan Visual Paradigm
Untuk membuat Diagram Gambaran Interaksi di Visual Paradigm, ikuti langkah-langkah rinci berikut:
1. Buat Diagram Baru
- Buka Visual Paradigm dan pilih
Diagram > Barudari bilah alat aplikasi. - Di dalam Diagram Baru jendela, pilih
Diagram Gambaran Interaksi. - Klik
Berikutnya. - Masukkan nama diagram dan deskripsi, dan pilih model untuk menyimpan diagram.
- Klik
OKuntuk membuat diagram.
2. Buat Node Awal
- Untuk memulai alur kontrol, klik pada
Node Awalikon di bilah alat diagram. - Klik pada kanvas diagram untuk menempatkan node awal.
3. Buat Node Keputusan
- Untuk membuat node keputusan dari node awal, arahkan kursor mouse ke node awal.
- Tekan
Katalog Sumber Dayatombol dan seret keluar. - Lepaskan tombol mouse pada lokasi yang diinginkan untuk node keputusan.
- Pilih
Alur Kontrol -> Node Keputusandari Katalog Sumber Daya. - Node keputusan baru akan dibuat dan terhubung ke node awal.
- Masukkan nama node keputusan dan tekan
Masukkanuntuk mengonfirmasi.
4. Buat Penggunaan Interaksi
- Untuk membuat penggunaan interaksi, arahkan kursor mouse ke bentuk sumber (misalnya, node keputusan).
- Tekan tombol
Katalog Sumber Dayadan seret keluar. - Lepaskan tombol mouse pada lokasi yang diinginkan untuk penggunaan interaksi.
- Pilih
Alur Kontrol -> Penggunaan Interaksidari Katalog Sumber Daya. - Penggunaan interaksi baru akan dibuat dan terhubung ke node sumber.
- Masukkan nama penggunaan interaksi dan tekan
Masukkanuntuk mengonfirmasi.
5. Referensi ke Diagram
- Untuk membuat penggunaan interaksi merujuk ke diagram tertentu, klik kanan pada penggunaan interaksi.
- Pilih
Merujuk ke > Diagram Urutan Barudari menu pop-up. - Ketika diagram urutan dibuat, ubah nama diagram sesuai kebutuhan.
- Setelah kembali ke diagram gambaran interaksi, keterangan penggunaan interaksi akan menampilkan nama diagram yang dikaitkan.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat secara efektif membuat dan mengelola Diagram Gambaran Interaksi di Visual Paradigm, meningkatkan kemampuan Anda untuk memvisualisasikan dan berkomunikasi mengenai interaksi sistem.
Kesimpulan
Diagram Gambaran Interaksi adalah alat yang kuat untuk memvisualisasikan alur tingkat tinggi interaksi dalam suatu sistem. Dengan mengikuti pedoman dan tips yang diuraikan dalam panduan ini, Anda dapat membuat IOD yang efektif yang menyederhanakan interaksi kompleks dan meningkatkan komunikasi di antara pemangku kepentingan.










